• Inilah Tiga Keuntungan Investasi Hotel Budget

    Ceruk bisnis hotel budget sempat menjadi idola pengembang properti setahun silam. Namun, saat kondisi ekonomi makro melemah, banyak pengembang yang mengerem.

    “Pengembang besar mengerem pengembangan hotel budget, namun kami tetap menganggap bisnis ini prospektif, karena kami lebih tahu bagaimana mengoperasikan budget hotel,” jelas Suwito, Presiden Direktur PT Red Planet Indonesia saat konferensi pers akuisisi Tune Hotels Indonesia.

    Menurut Suwito, bisnis hotel budget memiliki pertumbuhan paling besar, karena masih baru di Tanah Air. “Secara keseluruhan, kontribusi hotel budget saat ini hanya sekitar 5%,” jelasnya.

    Dibanding hotel berbintang empat atau lima, imbuh Suwito, hotel budget memiliki beberapa keuntungan, pertama, investasi tidak terlalu besar, yakni sekitar Rp100 miliar per hotel (termasuk tanah). Lahan yang digunakan pun tak terlalu besar, sekitar 1.000 m² – 1.200 m².

    Kedua, payback time berkisar lima tahun sejak mulai beroperasi—lebih cepat dibanding hotel berbintang empat atau lima.

    Ketiga, tingkat hunian (okupansi) rata-rata lebih tinggi, berkisar 80% – 90%. Hal ini dipengaruhi oleh room rate yang ‘hanya’ berkisar Rp200 ribu – Rp300 ribu per malam.

    Kendati demikian, papar Suwito, lokasi strategis menjadi faktor utama dalam membangun hotel budget. “Lokasi harus mudah dijangkau dan dekat dengan kawasan komersial, karena hotel budget tidak menyediakan F&B,” katanya.

    “Jumlah kamar tidak boleh kurang dari 150 unit, karena di bawah 150 unit kurang efisien,” tutur Suwito yang mengatakan kawasan paling prospektif untuk bisnis hotel budget adalah Jabodetabek.
    Sumber : RumahCom
    Anto Erawan
    Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang