• Es Dawet Ikan Lele Malang Ini Boleh Kamu Coba

    Berbicara soal es dawet yang terbayang di pikiran pasti minuman segar berkuah santan berisi bulir-bulir cendol berwarna hijau. Namun bagaimana jika yang disajikan adalah es dawet berbahan dasar ikan lele? Di tangan Junaedi Wibowo ikan lele yang amis bisa disulap jadi minuman segar yang kaya karbohidrat dan protein.

    Pria asli Malang tersebut merintis usaha es dawet berbahan ikan lele sejak 2013 silam. Es dawet lele di Kota Malang dapat dinikmati di empat outlet yang tersebar di berbagai lokasi. Empat outlet itu terletak di Jalan Teluk Bayur, Jalan Sigura-Gura, Night Market, dan Swalayan Ikan Kota Malang.

    Ketika Republika mencicipi es dawet lele, tidak ada sedikit pun aroma amis. Rasa amis hilang karena cendol berbahan dasar daging lele bercampur tepung beras dan sagu. Hanya dengan merogoh kocek Rp 5 ribu pembeli bisa memperoleh segelas es dawet lele. "Jika ingin ditambah dengan nangka atau durian, harganya menjadi Rp 10 ribu," saat ditemui Republika pada Jumat (20/1).

    Dalam sehari, kapasitas produksi cendol lele mencapai 5 kilogram atau setara 350 gelas es dawet. Menurut Junaedi ide membuat cendol berbahan dasar ikan lele dumbo berawal dari usahanya membudidaya ikan lele.

    "Setiap dua pekan bisa panen 1,5 sampai 2 kuintal lele," jelas sarjana teknik mesin ini. Karena stok yang melimpah, ia pun mulai berfikir untuk mengolah hasil panennya agar memiliki nilai tambah.

    Junaedi menuturkan dirinya bukan yang pertama kali memperkenalkan es dawet lele. Inovasi ini dicetuskan para peternak lele di Boyolali. "Sebelumnya sudah ada inovasi dawet lele, saya difasilitasi Dinas Pertanian belajar ke sana," tandasnya.