• Wisata Jogja : Sensasi Wisata Alam, Serunya Karst Tubing di Sedayu

    BEBERAPA destinasi ini tersebar di sejumlah kecamatan. Kendati begitu, wisatawan tak perlu khawatir dengan ba-nyaknya waktu yang dibutuhkan untuk menikmati seabrek destinasi ini. Sebab, ada beberapa destinasi wisata ungulan yang dikemas dalam bentuk desa wisata ini terpusat di Kecamatan Dlingo.

    ”Semuanya eman kalau dilewatkan begitu saja,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul Bambang Legowo kemarin.

    BL, sapaannya, melihat mayoritas destinasi ini menonjolkan panorama alam. Ter utama perbukitan hijau. Sebuah panorama yang mustahil dapat ditemukan di wilayah per-kotaan. Karena itu, beberapa destinasi di wilayah Dlingo ini bisa menjadi obat pe-nawar lelah dan penat bagi wisatawan luar kota yang jenuh dengan seabrek urusan pekerjaan.

    ”Objek-objek ini juga cocok untuk liburan keluarga,” ucapnya.

    Selain wilayah Dlingo, Desa Wisata Man-ding, Sewon juga masih jadi salah satu andalan untuk wisatawan membeli cen-deramata. Di tempat ini, wisatawan dapat melihat proses pembuatan kerajinan kulit sapi, kambing, dan kerbau. Jenis kerajinannya beragam mulai dari tas untuk anak-anak hingga dewasa, dompet, ikat pinggang, dan hiasan rumah.

    Kemudian bisa melanjutkan perjalanan ke surganya gerabah, yakni Kasongan. Di tempat ini wisatawan bisa belajar membuat berbagai jenis kerajinan ter-buat dari gerabah seperti kerajinan gen-dil, kuali, asbak, pot bunga, dan lain sebagainya.

    Sedangkan objek wisata yang cukup populer yakni Karst Tubing Surobayan, Sedayu. Karst Tubing Surobayan ini ter-letak di Dusun Surobayan RT 3, Argomulyo, Sedayu. Wisata yang ditawarkan cukup memacu adrenalin. Suasana susur sungai yang ditawarkan hampir mirip dengan Kalisuci di Gunungkidul.

    Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Bantul Setiya mengapresiasi ber-bagai inovasi yang digulirkan kelompok sadar wisata (pokdarwis) maupun pengelola desa wisata. Karena itu, politikus PKS ini ”menantang” pokdarwis dan pengelola desa wisata ini unjuk gigi selama libur panjang Hari Natal dan tahun baru nanti. Agar wisatawan mendapatkan kesan merasa aman dan nyaman selama berlibur di Bantul. ”Karena wisatawan bisa menjadi agen promosi,” tuturnya.

    Setiya juga berpesan pengelola desa wisata tidak menggunakan jurus ”aji mumpung”. Dengan menaikkan tarif parkir seenaknya. Mengingat, praktik yang merugikan wisa-tawan ini telah berulang kali terjadi di berbagai daerah. [ radarjogja.co.id ]