• Tragedi Om Telolet Om, Bocah SD Dihantam Innova

    Agenda Aril Dwi Wicaksono, 7, berburu Om Telolet Om Kamis siang (29/12) berujung tragedi. Dia ditabrak mobil saat hendak pulang setelah bermain bareng teman sebayanya. Bocah yang masih duduk di kelas I SD itu pun mengalami sejumlah luka lecet dan lebam di kepala.

    Tragedi Om Telolet Om, Bocah SD Dihantam InnovaBerdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 12.45. Persisnya di depan Hostel Widuri, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Pronolinggo. Siang itu bocah yang tinggal di Jalan Ijen, RT 2, RW 1, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, tersebut bermain bareng teman-temannya. Nah, kecelakaan terjadi ketika Aril hendak pulang ke rumahnya.

    Elok Kuswantoro, 51, warga yang juga saksi menyatakan bahwa insiden kecelakaan itu berlangsung cepat. Saat asyik ngopi tidak jauh dari lokasi, dia dikejutkan dengan suara hantaman keras. Ketika dilakukan pengecekan, dia mendapati mobil Kijang Innova berhenti. Saat dia melihat ke arah timur, didapati ada seorang anak di tepi trotoar.

    ’’Saya melihat sopirnya langsung keluar dan menghampiri anak itu, lalu membawanya. Sontak, saya langsung membantu mengemudikan mobil Kijang. Saya putar arah. Selanjutnya, saya beserta pengemudi membawa anak tersebut ke RSUD Moh. Shaleh,’’ terang pria yang akrab disapa Elok tersebut.

    Tidak berlangsung lama, lokasi tempat kecelakaan itu dipenuhi warga yang penasaran. Elok baru mengetahui bocah yang ditabrak tersebut adalah keponakannya saat berada di IGD RSUD dr Moh Saleh.

    Dia mengungkapkan, selama liburan sekolah, setiap hari keponakannya itu memang kerap bermain di pinggir jalan. Bersama teman-temannya, Aril menunggu bus yang mempunyai suara klakson unik: telolet. Setiap hari pula keponakannya berada di pinggir jalan sambil membawa poster bertulisan Om Telolet Om. ’’Awalnya, kemarin anak-anak itu di selatan jalan. Karena saya marahi, mereka pindah ke utara jalan,’’ jelasnya.

    Menurut Elok, berdasar penjelasan sopir, keponakannya itu menyeberang dari utara ke selatan jalan untuk pulang. Saat menyeberang, diduga dia tidak memperhatikan kondisi sekitar. Padahal, saat itu juga melaju cukup kencang mobil Innova yang dikemudikan M. Fandi, 25, asal Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih. ’’Sopirnya mengaku memang (melaju, Red) agak kencang (keburu) lantaran di rumahnya ada hajatan/selamatan,’’ ungkap Elok.

    Fandi mengaku kaget saat ada bocah yang tiba-tiba menyeberang. Dia memilih banting setir ke kiri untuk menghindar. Namun, tetap saja tabrakan tidak bisa terelakkan. ’’Mobil penyok sebelah kiri. Saya melihat dari arah seberang (utara jalan, Red) ada beberapa anak yang membawa tulisan telolet,’’ kata Fandi.

    Sementara itu, Aril kemarin langsung diperiksa dan dibawa ke ruang radiologi. Menurut salah seorang kerabat, berdasar hasil radiologi, Aril dinyatakan tidak apa-apa. Dia hanya mengalami luka goresan di kepala dan lebam. ’’Gak apa-apa. Hanya luka di kepala dan bengkak,’’ ujarnya.

    Di tempat terpisah, Kasatlantas Polres Probolinggo Kota AKP Samsul Hadi menjelaskan bahwa korban tidak menderita luka serius. Selain itu, kedua belah pihak tidak menuntut. Atas insiden tersebut, Samsul mengimbau anggota kepolisian yang bertugas untuk mengingatkan bocah-bocah saat berburu Om Telolet Om. Menurut dia, para bocah harus tetap mengutamakan keselamatan. (rpd/mie/c14/ano/JPG/ong - radarjogja.co.id)