• Penginapan Murah Di Raja Ampat Ini Wajib Kamu Coba

    Kabar gembira bagi kamu yang ingin berwisata ke Raja Ampat, Papua Barat dengan bujet terbatas.

    Kamu tak perlu khawatir dengan biaya akomodasi, sebab di Raja Ampat tersedia akomodasi dengan berbagai tingkatan harga.

    Keberadaan homestay yang dikelola oleh penduduk di Raja Ampat juga semakin berkembang.

    Pada 2016, tercatat ada 75 homestay yang tersebar di wilayah Raja Ampat, dirintis dan dikelola oleh masyarakat lokal tergabung dalam Asosiasi Usaha Homestay Lokal Kabupaten Raja Ampat.

    "Sebagai pelaku, masyarakat yang punya homestay menggerakkan ekonomi dan juga menjaga lingkungan. Homestay melibatkan masyarakat sekitar kampung sehingga ada perputaran ekonomi. Kami juga bergerak di bidang konservasi, misalnya pengolahan limbah," kata Kristian, sekretaris Asosiasi Usaha Homestay Lokal Kabupaten Raja Ampat ditemui di Festival Lovely Raja Ampat, Pantai WTC, Jumat (21/10/2016).

    Selain bermanfaat bagi masyarakat lokal, Asosiasi Usaha Homestay Lokal Kabupaten Raja Ampat, menurut Kristian, juga bermanfaat bagi wisatawan.

    Situs resmi www.stayrajaampat.id menyediakan informasi terkait alternatif homestay dengan kisaran harga dan fasilitas yang dilengkapi keterangan foto.

    "Semua homestay yang tergabung ada di situs itu, bisa booking langsung juga. Promosi kami akurat, fasilitas sesuai dengan foto," kata Kristian.

    Harga homestay yang tergabung di Asosiasi Usaha Homestay Lokal Kabupaten Raja Ampat berkisar Rp 300 ribu - Rp 450 ribu.

    Kristian menyebutkan harga tersebut masih dapat kurang, apabila wisatawan memesan dalam jumlah banyak dan waktu yang lama.

    Homestay yang tergabung di Asosiasi Usaha Homestay Lokal Kabupaten Raja Ampat ternyata juga memiliki standar khusus yang telah diatur, yaitu ketebalan kasur, kelambu, memiliki selimut, bantal, handuk, dan penyediaan makan sehari tiga kali dengan menu bervariasi.

    Standar tersebut menjadi syarat wajib untuk bergabung dalam Asosiasi Usaha Homestay Lokal Kabupaten Raja Ampat, yang dikurasi dari awal anggota bergabung.

    Sebelum ada Asosiasi Usaha Homestay Lokal Kabupaten Raja Ampat, Kristian mengatakan para pemilik homestay berusaha masing-masing.

    Kini para pemilik homestay bekerja sama membangun pengelolaan usaha ekowisata yang berkelanjutan. (Kompas.com/Silvita Agmasari)