• Kuliner Jogja : Gurihnya Nasi Bledag Dipadu Wader Goreng

    SETELAH menyusuri wisata alam, tak lengkap rasanya jika belum mencicipi kuliner khas Bantul. Utamanya di wilayah Dlingo, ada dua kuliner khas di wilayah ini. Pertama, Ingkung Sambel Suro. Menu ini berbeda dengan Ingkung Ayam Jawa khas Pajangan.

    Ingkung Sambel Suro ber bahan baku ayam jantan. Bumbunya pun berbeda. Ingkung Sambel Suro diolah menggunakan air putih. Bukan santan seperti ingkung pada umumnya. Itu untuk meminimalisasi kolesterol. Bumbu dapur pelengkapnya berupa bawang merah, bawang putih, daun salam, dan garam secukupnya.

    ”Penyajiannya dengan sambal Padang,” kata pemilik warung Ingkung Sambel Suro Heni Rismiyati.

    Tidak sulit menemukan warung kuliner khas ini. Letaknya di dekat simpang tiga menuju kawasan Hutan Pinus Mangunan.

    Kedua, Nasi Bledag. Tekstur nasi ini ber-beda dengan salah satu sumber karbohidrat yang banyak dijajakan di warung kuliner. Maklum, Nasi Bledag sebenarnya adalah nasi jagung. Kendati begitu, Nasi Bledag ini memiliki sejumlah kelebihan. Di antaranya, mengandung karbo-hidrat komplek. Sehingga cocok bagi penderita diabetes.

    Menariknya, nasi ini tidak dimasak menggunakan kompor. Melainkan dengan kayu bakar. Metode seperti ini dipercaya dapat menambahkan cita rasa Nasi Bledag.

    ”Pelengkap hidangan ada sayur lombok, tahu tempe bacem, wader goreng, dan kuluban,” tutur Eni Minarsih, salah satu pemilik warung kuliner Nasi Bledag.

    Nasi Bledag hanya tersedia di objek pariwisata Grojogan Lepo. Letaknya di Dusun Pokoh, Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo. [ radarjogja.co.id ]