• Untuk Dia yang Telah Menggores Hidupku

    Satu tahun yang lalu, keadaan telah mempertemukan kita dengan tidak sengaja. Ketika hari itu, di saat sebagian hatiku tergores oleh perasaan yang ku sebut kecewa, kau datang untuk menggantikannya dengan tawa hingga akhirnya aku perlahan lupa bagaimana rasanya digores oleh sisi kekejian cinta. Dan akhirnya aku dan kamu menulis cerita  bersama, berharap kisah bak dongeng yang berakhir bahagia. Kau memegang erat tanganku dan begitu pula aku. 

    Lembaran demi lembaran terus berlalu hingga pada akhirinya tiba di lembaran terakhir dimana aku dan kamu tersadar, kisah kita tak sama dengan dongeng cinderella. Ketika ego mulai mengaburkan mata tentang lembaran pertama, ketika gengsi menjerat hati dan meninggalkan aku sendiri di ruang hampa. Di situlah aku berhenti menggores penaku bersamamu.


    Tak terasa sudah setahun lamanya aku masih terjerat oleh ingatan kisah yang sama. Bukannya aku tidak ingin memulai kisah yang baru dengan yang lain, aku hanya belum bisa. Apa daya, kini aku dan kamu terpisah oleh jarak, kamu merantau demi mimpimu. Setelah tepat setahun kita berpisah, waktu akhirnya yang mempertemukan kita.

    Namun, kamu menceritakan semua kisahmu tanpa ada namaku tertulis. Kisahmu kini ditulis oleh orang – orang yang baru. Orang yang aku takut akan memiliki kisah indah bersamamu. Di saat itu pun aku bertanya – tanya apakah masih terselip namaku di kisah barumu itu? seperti aku yang terus menulis namamu di setiap kisah baruku bersama orang – orang yang baru. Dan seribu Tanya lain yang muncul di pikiranku tentang perasaanmu padaku. 

    Di hari ini, aku dan kamu menghabiskan waktu bersama layaknya kisah yang dulu. Membalas semua rindu untuk ku habiskan setelah setahun tanpamu. Kau mengajakku kencan ke tempat kita pertama bertemu. Hatiku terus berbicara bahwa aku ingin agar kamu dan aku kembali menggoreskan pena bersama. Namun faktanya aku hanya bisa diam tanpa bicara, tanpa tahu bagaimana cara menyampaikan isi hati itu. Kau berkata bahwa besok kamu akan pulang ke perantauan dan mengatakan perpisahan. “Tahun depan ketemu lagi ya." Semua pertanyaan di benakku kini terjawab sudah, kini aku tahu, kisah aku dan kamu belum selesai karena kamu akan terus menggores penamu di kisahku.

    popbela.com