• Ketika Mata Tertuju Ke Bumi Dan Hati Ke langit, Disitu Aku Menyebut Namamu

    Sunguh mencintaimu terasa sulit, saat hati saja yang bisa menyapa tanpa ada kesempatan bertemu di dunia nyata. Kadang merindukanmu adalah waktu yang selalu aku tunggu-tunggu. Saat wajah ini basah dengan air wudhu dan hati mengucapkan alunan doa yang syahdu. Meminta pada Ilahi, agar cinta yang kita miliki tidak hanya sebatas doa. Tanpa ada kesempatan untuk bersama.

    Benar aku sangat meridukanmu, benar aku sangat menginginkanmu, dan tidak salah aku sangat ingin bertemu denganmu. Tak mengapa hanya sebatas mimpi, yang penting aku bisa melihat wajahmu dengan jelas. Wahai jodoh yang telah tertulis di lauhul mahfuz, apakah aku mengenalmu sekarang. Atau kau adalah seseorang yang tiba-tiba darang dalam keheningan tanpa ada pemberitahuan.


    Datanglah dengan jalanmu dan pinang aku dengan cara terbaikmu. Aku akan memberikan kemudahan dengan caraku, dan aku berharap kau memberi kemuliaan dengan caramu. Adakah yang lebih berharga dari pertemuan dua anak manusia karena ingin menggenapkan agamanya dan menjalankan sunnahnya.?

    Cinta itu sederhana, aku menunggumu dan kau mencariku. Kita berdua sama-sama berjuang untuk bisa dipersatukan, walau waktu masih meminta kita untuk menunggu. Entah sampai kapan, mungkin sampai doaku dan doamu berbuah keyakinan untuk saling bertemu. Mengaku kalau kita sama-sama memiliki rindu yang sama dengan nama yang selalu terulang dalam doa. 

    Kamu, semoga selalu menghiasi malam-malamku bersama doa-doa yang terus mengalir. Sampai tiba saatnya aku berada satu shaf di belakang sholat sunnahmu dan meng”Aamiin”kan setiap doa-doamu. 

    jomloo.com