• Kalau Sudah Nyaman, Kenapa Juga Tidak Segera Dihalalkan?

    Katanya ketika bertemu dengan si dia yang akan menjadi jodohmu kelak, walaupun baru pertama kali bertemu kamu sudah bisa merasakannya. Tentunya tidak hari itu juga kamu dan si dia menikah. Ketika ingin memulai hubungan yang serius, pasti sebelumnya kamu dan si dia telah melalui berbagai macam proses.

    Bukan cuma tertawa, tapi pastinya kamu juga sudah sering kali bertengkar dan setelah itu baikan. Ya, walaupun ada saat dimana kamu dan si dia tidak akur, namun tetap saja pada akhirnya kamu akan kembali dalam pelukannya. Dia telah membuatmu nyaman, sehingga kamu pun akan takut untuk kehilangannya.


    Saat ingin menikah, bukan hanya modal duit dan cinta, kamu juga harus merasa nyaman karena kenyamanan tersebut yang membuat pernikahan kalian akan bertahan nantinya. Coba sebelum menghalalkan atau menerima lamarannya pikirkan dulu kamu sudah merasa nyaman atau tidak dengannya? Masih belum bisa memastikan kamu nyaman atau tidak sama dia? Begini caranya.

    Memaafkan dan menerimanya apa adanya, jika itu memang selalu kalian lakukan berdua, maka itu artinya kamu sudah nyaman dengannya. Saat kalian berdua sudah sama-sama menerima kejelekan dan keburukan masing-masing, maka itu artinya kamu dan si dia tidak mau hubungan kalian dihiasi dengan kebohongan. Sama-sama saling jujur itulah yang membuat cinta kamu dan dia bertahan.
    Tidak ada satupun hal yang kalian berdua tutup-tutupi. 
     
    Semua yang kamu lakukan atau semua hal yang kamu alami baik yang enak atau menyakitkan, semuanya akan kamu ceritakan kepadanya, begitupun dia. Bahkan kamu juga nggak ragu membicarakan soal permasalahan yang mungkin kurang penting kepadanya. Tapi itulah cinta, kamu wajib berbagi berbagai hal dengan pasanganmu.
     
    Bukan hanya dengan kamu, si dia juga sudah dapat berbaur dengan keluargamu. Bahkan orangtuamu sudah dianggap seperti orangtuanya sendiri. Karena harus diingat saat kamu menikah nanti itu artinya yang dipersatukan bukan hanya kamu dan si dia, tapi juga keluarga kalian berdua. Jadi, si dia tentunya harus bisa masuk ke dalam keluargamu, begitupun sebaliknya.

    Bintang.com | id.bontang.work