• 169 Pemda Tak Bisa Bayar Gaji PNS, Kemenkeu Bilang Bohong

    169 Pemda Tak Bisa Bayar Gaji PNS, Kemenkeu Bilang Bohong

    Sejumlah kepala daerah mengeluh kesulitan membayar gaji PNS lantaran pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan (kemenkeu) membekukan dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 19,4 triliun. Dana itu merupakan jatah 169 pemerintah daerah (pemda) di seluruh Indonesia.

    Menyikapi keluhan pemda yang tidak bisa bayar gaji PNS lantaran DAU ditunda penyalurannya selama 4 bulan, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Budiarso Teguh Widodo angkat bicara. Budiarso menyebut tidak mungkin daerah tidak bisa bayar gaji PNS gara-gara DAU tidak dicairkan.

    “Ah, bohong itu, enggak mungkin,” tegas Budiarso, seperti dikutip dari Metrotvnews.com, Senin (29/8/2016).

    Sebanyak 169 pemda menjadi korban pembekuan DAU selama 4 bulan, mulai dari September hingga Desember 2016. Pemda yang DAU-nya ditunda pencairannya yakni daerah proyeksi saldo kas akhir tahunnya masuk kategori sangat tinggi, cukup tinggi, dan sedang.


    Salah satu daerah yang DAU-nya paling tinggi dibekukan yakni Kabupaten Bogor. DAU di daerah berpenduduk 5 juta orang itu dibekukan sebesar Rp 347 miliar. Akibatnya, 20 ribu PNS di Kabupaten Bogor terancam tidak terima gaji.

    Namun Budiarso mengatakan, Bogor bisa menggunakan sumber dana lain yang selama ini menganggur di perbankan untuk membayar gaji PNS.

    “Ah itu saldonya Bogor paling tinggi, saldo akhir tahunya besar sekali, paling besar Bogor dan Jawa Barat,” ujar Budiarso.


    Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kemenkeu membekukan DAU sebesar Rp 19,4 triliun. Penundaan penyaluran DAU diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 125/PMK.07/2016 tentang Penundaan Penyaluran Sebagian DAU Tahun Anggaran 2016.

    Pembekuan DAU dilakukan dalam rangka penyesuaian porsi belanja negara pada paruh kedua tahun 2016. Pemerintah daerah yang DAU-nya ditunda pencairannya selama 4 bulan ke depan yakni daerah dengan proyeksi saldo kas akhir tahunnya masuk kategori sangat tinggi, cukup tinggi, dan sedang.

    (one/pojoksatu)