• 11 Penjelasan Kenapa Kamu Harus Mulai Menjauhkan Diri dari TV

    Seberapa sering sih kamu menonton televisi setiap hari? Menurut aneki.com, ternyata orang Indonesia itu rata-rata menghabiskan 19,7 jam di depan layar televisinya lho per minggunya. Samakah jumlahnya dengan jam yang kamu habiskan tiap minggu untuk olahraga atau membaca buku?

    Menonton TV memang tidak selamanya buruk, tapi terlalu banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan itu juga tak ideal untuk hidupmu. Jika kamu masih butuh diyakinkan, di bawah ini Hipwee akan memberikan 11 alasan kenapa kamu harus menjauhkan diri dari televisi mulai sekarang!

    1. Waktu yang Kamu Hamburkan Untuk Menonton Belum Tentu Sepadan Dengan Manfaat yang Akan Kamu Genggam

    Apakah tangisanmu ada manfaatnya?
    Apakah tangisanmu ada manfaatnya? via www.youtube.com
    Nonton TV itu racun! Kalau sudah ketemu serial favoritmu, kamu bahkan bisa menghabiskan sehari-semalam di depan TV. Berbeda dengan mendengarkan lagu, saat kamu menonton TV kamu tidak akan dapat melakukan sambil lalu. Indra pendengaran dan penglihatan kamu “tersita” fokusnya sehingga kamu tidak bisa melakukan hal-hal penting lainnya hari itu pada saat bersamaan.

    Coba deh ukur lagi berapa jam yang kamu habiskan per hari untuk menonton serial TV. Manfaat apa sih yang kamu dapatkan dari situ selain perasaan ketagihan? Apakah dengan menonton acara itu pengetahuanmu jadi bertambah signifikan? Belum tentu, ‘kan?


    2. Kadang Kamu Sengaja Memelototi Acara yang Nggak Kamu Sukai Cuma Supaya Bisa Marah-Marah ke Pemain Acaranya

    Nonton sinetron, hmmm
    Nonton sinetron, hmmm via kucingbeler.blogspot.com
    Kamu tahu kamu sebenarnya kesal sama sinetron dan jalan ceritanya yang kurang logis. Tapi bukannya menjauhi acara itu, kamu justru memelototinya — terutama yang ratingnya tinggi. Tujuannya? Supaya kamu bisa marah-marah ke pemainnya!

    Duh, ngapain coba? Pernahkah kamu bertanya faedahnya apa? Bukankah ini justru bikin kamu merasakan emosi negatif yang nggak perlu? Apalagi, dengan kamu menonton acara mereka, kamu sebenarnya membuat pemain-pemain sinetron yang nggak logis ini tambah kaya. Tuh… kamunya marah-marah, mereka terima enaknya. Mulai sekarang, jangan lagi deh melakukan “hate-watching” seperti ini.


    3. Waktumu di Depan Layar Bisa Kamu Alihkan Untuk Kegiatan yang Jauh Lebih Menyenangkan

    Lebih baik kamu pakai ketemu teman-teman, deh.
    Lebih baik waktumu dipakai ketemu teman-teman, deh. via damarsaloka.com

    Sering nggak ngerasa malas kumpul bareng teman-teman kamu dan justru memilih untuk asyik menikmati sinetron, FTV, telenovela hingga serial drama korea yang sedang tayang di layar TV? Yup, terkadang kita memang terlalu asyik dengan bermacam konflik dan drama yang disajikan dalam televisi, hingga kita lupa untuk berinteraksi dengan orang lain di sekeliling kita. Padahal setiap detik yang kamu gunakan untuk melihat televisi itu berharga dan sayang banget jika kamu habisin buat duduk diam di depan TV! Padahal kamu bisa memanfaatkan waktumu itu buat bertemu dengan teman-teman lama lho. Hayo, kapan sih kamu terakhir kali menyapa mereka?

    Kamu juga bisa mengajak adik atau orangtuamu ke kafe kecil dan mengobrol hati ke hati dengan mereka di luar rumah. Kadang kita begitu dekat dengan mereka secara fisik, kita lupa bahwa belum tentu kita dekat secara hati.
    Perasaan senang yang akan datang padamu setelah menghabiskan waktu dengan teman-teman atau keluarga akan berbeda, lho, dari perasaan riang sesaat yang kamu dapat setelah menonton TV.


    4. Anak Kecil yang Terlalu Sering Menonton TV Bisa Kehilangan Insting Alami Mereka Sebagai Anak

    Apakah dia sudah kamu lindungi?
    Apakah dia sudah kamu lindungi? via telegraph.co.uk

    Sedikit pedulilah dengan tontonan adik atau anakmu yang masih unyu-unyu itu. Kenapa? Karena mereka belum mengerti benar mana hal yang baik dan mana yang nggak baik, Mereka hanya mengerti hal yang menarik dan yang nggak menarik. Dan para produser TV bekerja keras untuk membuat semua tayangan yang ada di TV itu menarik. Agensi pun banting tulang untuk menayangkan iklan TV yang bisa menyihir penontonnya. Aduh, dampaknya ke otak anak atau adikmu pasti luar biasa.

    Nggak cool, ‘kan, jika tiba-tiba adikmu yang baru berumur 4 atau 5 tahun itu menyanyi plus joget lagu oplosan di depan teman-temanmu? Please guys, belum saatnya mereka bertingkah seperti ituuuuu!


    5. Bahkan Sebenarnya, Tontonan yang Seharusnya Berkualitas dari TV Pun Bisa Membuatmu Bias

    TV bisa membuatmu bias realita
    TV bisa membuatmu bias realita via eshape.files.wordpress.com


    Bahkan acara TV seperti berita (yang seharusnya tidak jadi tontonan sampah) punya banyak masalah. Coba perhatikan deh daerah yang sering diliput dan masuk dalam berita TV. Biasanya, daerah-daerah itu adalah kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Medan.

    Ih, padahal ‘kan negeri kita nggak cuma terdiri dari kota-kota itu aja. Kemana daerah-daerah lain seperti Kendari, Dumai, Taliwang, atau Kolaka? Benar-benar nggak adil, bukan?


    6. TV Juga Bisa Membuatmu Tidak Realistis

    sdadsas
    Nah, lho bro! Bukannya katanya tukang hajinya udah wafat? via pangeran229.files.wordpress.com
    Berapa banyak acara TV yang menyuguhkan acara tak realistis yang akhirnya kita terima-terima saja karena sudah terlalu sering melihatnya? Nah, biasanya sih sinetron sih paling sering. Kadang heran nggak sih kok tokoh – tokoh di sinetron itu kaya raya tanpa ditunjukkin mereka kaya kerja apaan?
    Belum lagi ada sinetron yang (katanya) tokoh utamanya udah mati tapi hingga sekarang masih lanjut aja. Duh!


    7. TV Pun Bisa Membuatmu Jauh Lebih Sulit Untuk Bersyukur

    Kenapa aku nggak punya rumah segede ini :(
    Kenapa aku nggak punya rumah segede ini :( via qisasgroup.wordpress.com
    TV itu bukan kehidupan nyata, namun proyeksi sempurna dari suatu ide yang sudah dipikirkan matang-matang oleh para pekerja kreatifnya agar bisa menjadi semenarik mungkin bagi penonton. Namun sayangnya, nggak semua orang bisa menangkap bahwa TV bukan kehidupan nyata. Banyak orang yang sering menonton TV jadi membandingkan hidup mereka dengan apa yang dilihatnya di kotak itu. Mengeluh kenapa pacarnya enggak seromantis seperti di FTV kek, entah kenapa hidupnya enggak semujur dan semudah para artis itu kek, dan segunung gerundelan-gerundelan lainnya. Aduh, jangan sampai ini terjadi padamu, ya.


    8. Jika Kamu Sering Bermasalah Dengan Adikmu, Orang Tuamu, Atau Pasanganmu, Bisa Jadi Itu Juga Gara-Gara TV

    Tak ada keterbukaan dan kepercayaan
    Kami bertengkar karena rebutan remote via www.huffingtonpost.com
    Pernah nggak kamu berantem sama saudaramu hanya gara-gara kalian mau melihat acara TV yang tayang di dua saluran yang berbeda? Atau pernah nggak mikir kalau kamu lebih mengenal tokoh utama dalam sebuah drama dibandingkan dengan pasanganmu yang setia menemanimu dan berada di sampingmu? Hayo, seberapa jauh kalian benar-benar bicara dan mengenal satu sama lain? Jangan sampai TV membuatmu menjauh dari realita!


    9. Menonton TV itu Juga Membuat Kita Malas Berpikir

    tidak bisa begini lagi karena kepalamu penuh acara TV
    tidak bisa begini lagi karena kepalamu penuh acara TV via www.priotime.com
    Berbeda dengan membaca buku yang harus kamu pahami agar bisa menikmatinya, menonton TV tidak membutuhkan banyak usaha untuk bisa menikmatinya. Kamu hanya tinggal duduk, nyalain TV, siapin cemilan, nikmati TV deh! Instan!


    10. TV Juga Bisa Membuatmu Terlalu Banyak Makan Tanpa Kamu Sadar…

    Too much of this... is... bad...
    Too much of this… is… bad… via audrey.buzznet.com
    Tahu kan kalau ngemil atau makan adalah hal yang paling dilakukan orang sambil nonton TV? Ini nih yang bikin TV itu bahaya buat kesehatanmu. Hati-hati obesitas gara-gara kebanyakan makan dan kurang aktivitas. Belum lagi gangguan penglihatan dan lain-lainnya.


    11. Yang Terakhir: Mau Pilih Kaya, Atau Miskin?

    Pilih jadi poor atau rich guys?
    Pilih jadi miskin, atau kaya? via www.widhofner.com

    Orang miskin punya TV yang besar. Orang kaya punya perpustakaan yang besar. Hayo, kamu lebih baik jadi yang mana?

    Yup, membaca buku dan menambah ilmu adalah salah satu hal yang bisa sangat membantumu untuk sukses dalam konteks pekerjaan. Dari bukulah kamu bisa menyerap kata-kata baru, sehingga tutur katamu menjadi lebih elok dan menarik bagi lawan bicara. Dari buku, kamu bisa melatih imajinasi dan cara berpikir yang runut, yang tentu akan berguna ketika kamu mencoba memecahkan masalah di dunia nyata. Dari buku juga, kamu bisa mengasah empatimu, sehingga menjadikanmu orang yang lebih disukai di lingkunganmu. Tunggu apa lagi, matikan TV, dan mulailah menabung buku!

    Semoga penjelasan Hipwee di atas bisa sedikit memberikan gambaran kenapa mulai sekarang kamu harus mengurangi kegiatan menonton TV. Apakah kamu sepakat dengan kami?