• Jones! Catat Nich! Patah Hati Bisa Mengakibatkan Serangan Jantung dan Stroke

    Patah Hati Bisa Mengakibatkan Serangan Jantung dan Stroke

    Berdasarkan sebuah study yang dimuat di New England Journal of Medichine, ternyata orang yang sering mengalami patah hati sangat dimungkinkan mengalami peningkatan resiko untuk mendapatkan kematian akibat mengalami serangan jantung atau stroke. Potensi ini menjadi tinggi dikarenakan kesedihan itu tetap dirasakan seseorang sehingga beberapa minggu atau bulan seusai ditinggal pasangan.

    Cinta yang sangat mendalam dan harus berakhir dengan kesedihan biasanya akan meningkatkan resiko tersebut setelah enam bulan. Sementara menurut publikasi dari jurnal JAMA Internal Medicine menyebutkan, ditemukan beberapa orang meninggal karena stroke maupun serangan jantung akibat kesedihan yang mendalam karena kehilangan pasangan setelah beberapa minggu maupun bulan. Dan ternyata, efek terhadap serangan jantung dan juga stroke karena alasan ini kekuatannya dapat meningkat hingga dua kali lipat.

    Patah hati yang berkepanjangan akan menimbulkan stres yang dapat berpengaruh pada bilik jantung kiri yang kemudian akan berubah bentuk. Otot jantung akan menjadi sangat lemah dan bekerja tidak optimal. Dalam dunia medis, sindrom patah hati masuk ke dalam kategori tress cardiomyopathy atau takotsubo cardiomyopath.

    Sindrom patah hati ini ternyata lebih berbahaya saat orang mengalaminya pada usia tua. Perubahan bilik jantung yang sudah dijelaskan tadi akan mengakibatkan serangan jantung yang fatal. Cukup besar resiko mengalami kematian di saat kesedihan masih dirasakan oleh seseorang, oleh sebab itu mendampingi orang yang patah hati sangat penting untuk memberikan mereka semangat kembali.

    Tidak hanya pada orang yang patah hati saja, syndrom tress cardiomyopathy atau takotsubo cardiomyopath. juga dapat menyerang orang yang stres karena kurang percaya diri
    empat orang-orang didiagnosa takotsubo cardiomyopathy telah mengalami stres emosional atau fisik yang signifikan sebelum menjadi tidak sehat,” kata Shah.
    Penyakit ini dapat pula menyerang orang yang secara umum sering mengalami stres. Orang yang stres karena terlalu rendah diri saat berbicara di depan publik pun dapat mengalaminya. (Sumber: http://vevnews.blogspot.co.id/)