• Selain Bikin Tubuh Lebih Nyaman, Kerokan Juga Bikin Mesra

    Selain Bikin Tubuh Lebih Nyaman, Kerokan Juga Bikin Mesra

    Kerokan sudah dijadikan sebagai metode pengobatan yang dilakukan secara turun temurun sampai sekarang. Baru-baru ini, metode pengobatan kerokan diteliti secara ilmiah. Ternyata kerokan mampu melancarkan peredaran darah dan memicu produksi endorfin pada tubuh sehingga dapat membuat orang yang dikerok merasa nyaman.

    Selain efek secara medis, ternyata kerokan juga memiliki efek secara psikososial. Prof Dr dr Didik Gunawan Tamtomo, PAK, MM, MKes yang diyakini sebagai orang pertama yang meneliti mengenai kerokan mengatakan bahwa kerokan merupakan cara pengobatan yang holistik.


    "Kerokan itu merupakan pengobatan yang holistik. Saya sebutnya 4M, yaitu mudah, murah, mesra, dan manjur," ujar Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta ini pada Seminar Ilmiah 'Sehat Dengan Tahajud dan Kerokan', di auditorium Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Senin (7/9/2015).

    Biasanya kerokan dilakukan oleh orang-orang terdekat, seperti orang tua, istri, atau teman dekat. Hal ini diyakini Prof Didik mampu memberikan efek positif secara psikologis bagi orang yang dikerok dan yang mengerok. Suami dan istri, orang tua dan anak, atau antar teman bisa merasa lebih mesra usai melakukan aktivitas kerokan.

    Kerokan sering dilakukan ketika seseorang merasa tidak enak badan, seperti meriang, sakit kepala dan sebagainya. Kerokan biasanya dilakukan pada bagian tubuh tertentu seperti di punggung, leher bagian belakang, tangan, kaki, dada dan lengan.

    Umumnya kerokan dilakukan dengan mengandalkan uang koin atau sendok dengan bantuan minyak kayu putih.

    Dari penelitian Prof Didik, diketahui kerokan tidak hanya membudaya di Indonesia saja. Kerokan juga ada di Tiongkok yang disebut dengan guasha, di Vietnam disebut dengan goh kyoi, dan di Thailand dikenal dengan cao gio.