• Pengantin Baru Wajib Baca : 3 Solusi Meredam Konflik

    Menjalani dan membangun rumahtangga bukan persoalan mudah seperti jalan cerita film yang berakhir bahagia. Sebaliknya, pernikahan sarat dengan konflik, perselisihan, dan kesalahpahaman. Namun, meski terdengar klise, percayalah bahwa cinta bisa mengatasai segalanya, selama Anda berdua tetap memiliki niat baik dalam menjaga keharmonisan rumahtangga. Semangat yang demikian sangat efektif dalam menangkal seluruh masalah rumahtangga meski berada dalam fase terburuk sekalipun. 

    Tara Fields, seorang konsultan pernikahan dan penulis buku The Love Fix: Repair and Restore Your Relationship Right Now, menuangkan tiga jenis konflik berserta solusinya, seperti terurai berikut ini: Konflik peran dalam rumahtangga Ketika salah satu pasangan cenderung keras kepala dalam pengaturan tugas rumahtangga, sehingga tercipta kondisi “atasan” dan “bawahan” dalam pernikahan. 

    Alhasil, pasangan yang dikondisikan menjadi “bawahan” merasa tertekan dan memberontak. Solusi: Anda dan pasangan harus segera mengindentifikasi masalah yang terjadi. Apakah sifat selalu mengatur ini akibat khawatir berlebihan, takut, atau kegelisahan. Jika salah satu pasangan merasa takut berbuat kesalahan, maka akan tercipta sifat tidak peduli yang berujung saling menutup diri. 

    Konflik pengaturan waktu Masalah yang terjadi akibat suami atau istri selalu menolak menjalani kegiatan bersama sehingga salah satu pihak merasa tidak diperhatikan dan kesepian. Solusi: Keseimbangan waktu kerja dan personal harus tercipta dengan baik. Sebab, makna “Kami” di kantor memiliki arti sebagai time kerja, sedangkan “Kami” dalam rumahtangga berarti kondisi saling melengkapi antara suami dan istri. 

    Pasangan suami dan istri, walaupun tak harus setiap waktu bersama bergandengan tangan, tetap harus ingat bahwa Anda berdua adalah kesatuan. Selain itu, Anda perlu menanamkan pemikiran bahwa hubungan ini selalu memerlukan usaha serta upaya untuk langgeng hingga maut memisahkan. 

    Konflik jenuh Bosan dan jenuh terhadap pasangan adalah persoalaan wajar yang dihadapi banyak suami dan istri. Namun, bakal menjadi masalah ketika salah satu pasangan nekad menguji kesabaran pasangannya dengan selingkuh atau sengaja memerhatikan orang lain secara berlebihan. Solusi: Komunikasikan masalah rasa bosan ini secara terbuka pada suami atau istri Anda. Jangan dipendam karena hanya akan membuat tertekan. Menyangkal adanya rasa jenuh bisa berujung pada kekecewaan dan masalah yang lebih besar di kemudian hari.