• Sstt... Mahasiswa S-2 ini Bisnis Prostitusi Online

    Sstt... Mahasiswa S-2 ini Bisnis Prostitusi Online
    Sstt... Mahasiswa S-2 ini Bisnis Prostitusi Online - BISNIS prostitusi online di Yogyakarta ternyata pelakunya mahasiswa. Tidak tanggung-tanggung, ia seorang mahasiswa S-2 yang sudah bergelar sarjana hukum. Lebih tragis lagi, ternyata partner wanita masih sangat belia, berusia 16 tahun.

    Sebagaimana yang sudah berhasil dibongkar Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY terungkap, bisnis 'esek-esek' melalui facebook tersebut dikelola seorang mahasiswa pascasarjana salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Yogya, Mmp alias Onge (28) asal NTT yang kos di Janti Caturtunggal Depok Sleman.

    Selain Mmp, polisi juga menangkap seorang wanita belia, Nes alias Gendis (16) warga Magelang, yang diduga juga menjadi mucikari. Jaringan pelaku, menyediakan sedikitnya 28 gadis high class yang berusia 22 tahun hingga 28 tahun. Dengan tarif Rp 1,5 juta untuk pelayanan short time, mereka biasa melayani para wisatawan yang singgah di Yogya. Meski praktik prostitusi ini baru berlangsung 2 bulan, namun dalam satu hari mereka bisa mendapatkan hingga 10 orang pelanggan.

    Terbongkarnya bisnis prostitusi melalui facebook ini, menurut Wadireskrimum Polda DIY AKBP Djuhandani, bermula dari informasi masyarakat. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan patroli website. Setelah beberapa bulan, petugas menemukan satu akun facebook yang menyediakan jasa 'esek-esek' bagi para lelaki hidung belang.

    Akun facebook tersebut, sangat vulgar dengan menampilkan foto gadis-gadis berikut tarif dan pin blackberry yang bisa diinvite berikut nomor telepon yang bisa dihubungi. Jika ada yang berminat, mereka dapat langsung order dengan menghubungi nomor telepon yang disediakan.

    "Akun facebook tersebut dapat diakses dengan mudah. Dari temuan itu kami menangkap dua mucikari, Mmp dan Nes. Tersangka Mmp kami tangkap di sebuah hotel kawasan Depok Sleman bulan September silam. Ia sedang menunggu anak buahnya yang sedang melayani tamu," ujar Djuhandani didampingi Kabid Humas AKBP Hj Anny Pudjiastuti.