• Bangkit dari Kesulitan

    Bangkit dari Kesulitan - PERJALANAN suatu perusahaan tidak selamanya mulus, kadangkala perusahaan menghadapi kesulitan. Perusahaan bisa saja memiliki pertumbuhan negatif, kesulitan keuangan, pangsa pasar yang menciut, kehilangan kepercayaan karyawan, pemegangan saham dan masyarakat luas serta teran cam bangkrut. Semua ini adalah tanda-tanda perusahaan sedang mengalami kesulitan.

    Keputusan dan tindakan apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan perusahaan yang sedang mengalami masa sulit? Berikut hal-hal yang dapat membantu perusahaan bangkit dari kesulitannya. Pertama, Jangan Panik. Hal ini menjadi yang utama saat perusahaan mengalami kesulitan. Tetaplah fokus pada pekerjaanAnda. Jika anda dan seluruh komponen perusahaan panik dengan berteriak-teriak dan emosi dengan saling menyalahkan atau hanya sedih dan berdiam di tempat, hal itu tidak dapat menghasilkan apapun. Saat perusahaan kesulitan dan harus bertahan hidup, situasinya memang tidak nyaman dan suram.

    Seluruh komponen perusahaan perlu menenangkan diri, kuatkan mental dan berkeyakinan akan dapat melewati kesulitan ini bahkan akan mendapatkan kebahagiaan melebihi masalah tersebut. Kedua, Berjuang melupakan kesulitan dan bergembira. Perjuangan adalah pergerakan menuju kebaikan dan jangan pernah menghentikan perjuangan walaupun sedetik pun. Termasuk ketika berjuang melupakan kesulitan dan berusaha bergembira, karena kegembiraan adalah energi kehidupan. Simbol yang paling sederhana dari kegembiraan adalah
    tersenyum yang dapat membangkitkan gairah dan semangat untuk keluar dari kesulitan dan mampu membangun kepercayaan diri untuk menyusun gagasan baru.

    Ketiga, Bersabar, bersyukur dan berdoa. Tidak sedikit perusahan di sekitar Anda juga sedang dalam proses bangkit dari kesulitan. Maka sabar adalah kunci saat menghadapi kesulitan dengan menahan jiwa dari berkeluh-kesah, menahan lisan dari memfitnah, mencela dan sebagainya. Jika semua pegawai dan pimpinan perusahaan dapat dengan sabar dan ikhlas menerima kesulitan yang terjadi, maka akan memunculkan sikap bersyukur. Itu adalah kata yang hanya dapat diungkapkan dengan pikiran positif disertai dengan perasaan sukacita. Ini akan membantu mencari solusi atas kesulitan yang dihadapi.

    Keempat, Reformasi Keuangan. Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang. Yaitu jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, apalagi pada masa sulit. Karena hal ini tentu akan berakibat fatal, saat perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Sebagian perusahaan akhirnya terperosok kedalam lubang hutang yang tidak ada kesudahannya. Lakukan reformasi keuangan dengan memangkas biaya yang tidak perlu namun tidak membuat organisasi terganggu aktivitasnya yang berakibat semakin terpuruk. Hindari pengeluaran-pengeluaran besar yang tidak memberikan nilai tambah bagi perkembangan perusahaan di masa depan. (*)

    Hasim Asíari SE MM,

    Mahasiswa Program Doktor PPS FE UII.