• PT Pupuk Kaltim Resmi Kelola Pabrik Amoniak KPA

    PT Pupuk Kaltim Resmi Kelola Pabrik Amoniak KPA - Kendali manajemen dan operasional pabrik amoniak PT Kaltim Pasifik Amoniak (PT KPA) resmi pegang PT Pupuk Kaltim (PKT). Kamis (3/4) malam kemarin, Dirut PKT Aas Asikit Idat bersama President Director KPA, Yasushi Hori, menandatangani berita acara penyerahan dokumen pengambilalihan pengoperasian pabrik amoniak KPA di resto hotel Equator Bontang. Momen bersejarah ini disaksikan Walikota Bontang, Adi Darma, Dandim 0908 Bontang Letkol (Inf) Mahfud, serta puluhan pejabat teras PKT dan KPA.

    Penyerahan dokumen pengambilalihan pengoperasian pabrik amoniak KPA tersebut, merupakan proses akhir dari penandatanganan 'Tranfers Asset Agreement' antara PT KPA dengan PT PKT, yang berlangsung di kantor Pupuk Indonesia (Persero) Jakarta, 13 Maret 2014.

    Dirut PKT Aas Asikin Idat, dalam sambutannya menjelaskan serah terima aset pabrik tersebut merupakan bagian dari kontrak kerja KPA yang menggunakan skema Build-Operate-Transfer (BOT). Dalam skema tersebut diatur tentang pengalihan aset KPA kepada PKT setelah target cash flow yang ditetapkan tercapai. "Awalnya ditargetkan pengambilalihan aset tahun 2018, tapi karena cash flow yang ditetapkan sudah tercapai, jadi proses pengalihan aset bisa lebih cepat," katanya.

    Menurut Aas, pengambilalihan pabrik amoniak KPA dengan nilai aset sebesar 109 juta dollar AS, merupakan momen penting bagi kemajuan industri PKT. Dengan kapasitas produksi amoniak sebanyak 660.000 ton/ tahun, berarti akan terjadi peningkatan produksi amoniak PKT dari 1,85 juta ton per tahun menjadi 2,51 juta ton per tahun.

    Peningkatan ini diyakini akan menambah pendapatan perusahaan melalui penjualan amoniak untuk pengembangan industri dan bahan baku pembuatan pupuk urea. "Pengelolaan pabrik amoniak KPA ini akan digabung POPKA, dan selanjutnya disebut 'Pabrik Kaltim 1 A'. di bawah satu koordinasi kepala unit kerja atau departemen," ungkapnya.

    Namun Aas mengakui proses pengambilalihan dan pengoperasian pabrik amoniak KPA, membutuhkan disiplin dan kehatian-hatian yang tinggi. Pasalnya, bersamaan dengan pengambilalihan tersebut terjadi kenaikan harga bahan baku gas yang cukup signifikan dari sebelumnya seharga 5,5 dollar AS per MMBTU, menjadi 7,2 dollar per MMBTU. "Pengambilalihan ini murni menggunakan kredit perbankan. Equiti kita (PKT) nol rupiah, jadi saya minta pabrik ini benar dikelolah secara efisien. Jangan sampai membebani pabrik lain," bebernya.

    Sementara, Yasushi Hori, Presiden Direktur KPA dalam sambutannya menyampaikan apreasiasi atas kerjasama baik Pupuk Kaltim, serta Pemerintah Indonesia, khususnya Pemkot Bontang dan Pemprov Kaltim, selama pihaknya membangun dan mengelola pabrik amoniak di kawasan industri PKT. "Tak lupa, kami juga berterima kasih kepada karyawan KPA, yang hampir seratus persen adalah warga Indonesia. Berkat keahlian dan profesionalitas merekalah KPA dapat konsisten beroperasi dengan baik hingga menjadi salah satu perusahaan penghasil amoniak terbesar di dunia," katanya.

    Ia mengungkapkan, PT KPA, merupakan salah satu perusahaan produsen amoniak terbesar di dunia. Sebanyak 75 persen saham KPA dimiliki oleh Mitsui & Co., LTd. (Mitsui), sedangkan 25 persen lainnya dimiliki oleh Toyota Tsusho Co. (dahulu bernama Tomen Co.). Pabrik ini dibangun dengan skema Build Operate Transfer bersama PT PKT. Pada 31 Maret 2014, KPA secara resmi telah berhenti beroperasi karena target dalam kontrak BOT yang sudah terpenuhi. Pabrik dan fasilitas milik KPA akan diserahkan kepada PKT.
    Sumber : Tribun News