• Manfaat Pohon Saga Untuk Obat Amandel dan Sariawan

    Saga pohon (Adenanthera pavonina) adalah pohon yang buahnya menyerupai petai (tipe polong) dengan bijinya kecil berwarna merah. Tumbuhan ini berasal dari Asia Selatan namun sekarang telah tersebar pantropis.


    Saga pohon umum dipakai sebagai pohon peneduh di jalan-jalan besar. Tumbuhan ini juga mudah ditemui di pantai. Daunnya menyirip ganda, seperti kebanyakan anggota suku polong-polongan lainnya.

    Dahulu biji saga dipakai sebagai penimbang emas karena beratnya yang selalu konstan. Daunnya dapat dimakan dan mengandung alkaloid yang berkhasiat bagi penyembuhan reumatik. Bijinya mengandung asam lemak sehingga dapat menjadi sumber energi alternatif (biodiesel). Kayunya keras sehingga banyak dipakai sebagai bahan bangunan serta mebel.

    Ungkapan "matanya merah seperti biji saga" dikatakan kepada orang yang sangat marah sehingga matanya sangat merah.

    Nama Lokal Tanaman Saga

    Saga (Indonesia), Saga telik/manis (Jawa), Thaga (Aceh), Saga areuy, saga leutik (Sunda), Walipopo (Gorontalo), Piling-piling (Bali), Seugeu (Gayo), Ailalu pacar (Ambon), Saga buncik, Saga ketek (Minangkabau), Kaca (Bugis)

    Kandungan dan Komposisi Saga

    Daun maupun akar tumbuhan Abrus Pracatorius antara lain mengandung protein, vitamin A, B1, B6, C, kalsium oksalat, glisirizin, flisirizinat, polygalacturomic acid dan pentosan.

    Khasiat dan Manfaat Tanaman Saga

    1. Amandel
    Bahan: akar Saga secukupnya, 1 potong kayu manis dan gula batu
    secukupnya.
    Cara meramu: semua bahan tersebut direbus dengan 5 gelas air
    sampai mendidih hingga tinggal setengahnya.
    Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari 1 gelas dan
    pagi, sore.

    2. Radang Mata
    Bahan: 1 genggam daun Saga
    Cara meramu: daun Saga digiling halus, kemudian direbus dengan
    2 gelas air untuk diambil uapnya.
    Cara menggunakan: uap air daun saga tersebut dipakai untuk obat
    tetes mata.

    3. Sariawan
    Bahan: daun Saga secukupnya;
    Cara meramu: daun saga yang masih baru dipetik dijemur beberapa
    menit agar agak layu.
    Cara menggunakan: dikunyah-kunyah sampai halus sambil untuk kumur.

    Sumber: Kitab Tanaman Obat Nusantara