• Karbohidrat Lebih Berbahaya bagi Arteri Dibanding Lemak

    Karbohidrat Lebih Berbahaya bagi Arteri Dibanding Lemak - DIET tinggi lemak selalu menjadi kambing hitam atas banyaknya kasus penyakit jantung dan pembuluh darah. Namun, sebagian ilmuwan mengatakan bahwa karbohidrat membawa ancaman lebih besar dibandingkan makanan berlemak.

    Beberapa ilmuwan menilai, anggapan bahwa diet tinggi lemak bisa berdampak buruk bagi jantung berasal dari salah penafsiran. Akibatnya, tidak cuma menjadi mitos tetapi di kalangan medis pun memicu over-medikasi atau pengobatan berlebihan yang sebetulnya tidak perlu.

    Beberapa negara di barat, seperti Swedia, saat ini telah menerapkan panduan pola makan yang tidak terlalu membatasi lemak. Sebaliknya, karbohidrat justru tidak boleh terlalu banyak.

    Seorang pakar kardiologi, Dr. Aseem Malhotra mengawali debat di British Medical Journal untuk membantah pendapat yang mengambinghitamkan lemak sebagai penyebab sakit jantung. Ia mengutip penelitian tahun 1970 yang menunjukkan adanya hubungan antara penyakit jantung dan kadar kolesterol dalam darah.

    Kolesterol dalam darah ituberhubungan dengan kalori yang diperoleh dari lemak jenuh. "Tapi hubungan itu bukan sebab akibat," kata Dr. Malhotra, seperti dilansir laman Daily Mail, Kamis (16/1).

    Prof Robert Lustig, ahli endokrinologi anak dari University San Francisco mengatakan, makanan sesungguhnya harus menyehatkan dan bukan malah menjadi penyakit. Menurutnya, lemak menyandang reputasi buruk sejak paruh kedua dari abad ke-20, saat lemak dan gula ditambahkan bersama-sama dalam makanan olahan.

    Pendapat senada juga disampaikan Prof Timothy Noakes, ahli kesehatan olahraga dari University of Cape Town. Menurutnya, memandang kolesterol sebagai satu-satunya penyebab penyakit jantung koroner adalah kesalahan medis terburuk sepanjang masa.