• Film 12 Menit, 3 Remaja Bontang Mengejar Mimpi

    Film 12 Menit, 3 Remaja Bontang Mengejar Mimpi - Penulis Djaumil Aurora tak bisa menyembunyikan bahagianya. Dalam sebuah pesan pendek yang dikirim melalui BlackBerry pada Rabu, 22 Januari 2014, penulis berkerudung yang biasa disapa Oka ini menuliskan dengan menyertakan emoticon tersenyum.

    "Alhamdulillah film yang diangkat dari novelku 12 Menit untuk Selamanya sudah tayang pada 2014 ini. Mohon doa ya, Mbak," demikian ucapan yang dikirim novelis yang sepintas memiliki wajah mirip dengan mantan bintang cilik, Astri Ivo, itu.

    Dalam film ini Oka ikut menulis skenarionya. Adapun penyutradaraan dilakukan Hanny R Saputra. "Film ini menceritakan tiga putra-putri bangsa yang punya impian besar di kota kecil, Bontang, Kalimantan Timur," ujar Oka.

    Ketiga tokoh itu adalah Elaine, Tara, dan Lahang yang berusaha meraih mimpi mereka melalui grup marching band (MB) sambil mengatasi rumitnya masalah kehidupannya masing-masing. Dengan kegigihan dan perjuangan, grup MB-nya berhasil memenangkan kompetisi tingkat nasional.

    Oka menceritakan sosok Elaine merupakan remaja dari Jakarta yang rela pindah ke kota kecil demi mengikuti ayahnya keturunan Jepang yang berprofesi sebagai insinyur kimia mendapat tugas di departermen perusahaan besar di Bontang.

    Adapun Tara yang pernah mengalami kecelakaan yang merenggut suaranya dan nyawa ayahnya. Kini Tara tinggal diasuh Oma dan Opanya di Bontang setelah ibunya melanjutkan kuliah ke luar negeri.

    Tokoh berikutnya, Lahang yang merupakan remaja keturunan Dayak yang memiliki impian besar. Lahang tinggal hanya bersama ayahnya yang sakit-sakitan. Lahang membagi hidupnya antara impian dan merawat ayahnya.

    "Ketiga remaja ini bertemu di kelompok MB di Bontang dan dari latihan MB inilah tergali berbagai cerita dan persoalan," kata Oka.

    Dalam film ini pun menceritakan sosok Rene, pelatih MB profesional di Bontang yang memiliki pengalaman internasional.

    "Diceritakan Rene sangat ingin MB binaannya di Bontang meraih sukses di tingkat nasional dan internasional. Rene memiliki tantangan besar memimpin 120 anak dari kota kecil dengan berbagai latar belakang. Sosoknya yang tegas, disiplin soal jadwal latihan MB yang cukup berat dan keras," ujar Oka.

    Di film bergenre drama musikal ini diproduseri oleh Cindy Sutedja dan Regina Septanpi. Para artis yang ikut membintangi film ini adalah Titi Rajobintang sebagai Rene, lalu Amanda Sutanto, Hudri, Arum Sekarwangi, Niniek L Karim, Hesti Putri dan MB asli dari Bontang Pupuk Kaltim. Pengambilan gambar filmnya sejak Desember 2012 di Bontang dan bersamaan dengan acara kompetisi marching band di Istora Senayan, Jakarta.