• Wisata Danau Labuan Cermin, Pesona Lain Berau

    Pagi itu langit Biduk-Biduk terlihat cerah. Di awal April, cuaca lebih sering cerah ketimbang turun hujan. Saya beruntung, karena tidak dihalau oleh mendung apalagi hujan. Gerimis turun hanya sebentar saja ketika saya berada di Danau Labuan Cermin. Selebihnya cerah sekali. Karena tujuan utama saya adalah mencari objek foto dengan latar langit yang cerah. Dan tentu saja ingin mengenal lebih jauh tentang Biduk-Biduk dengan cara traveling sendirian.
    Biduk-Biduk merupakan kecamatan kecil di pesisir Kalimantan Timur. Merupakan bagian dari Kabupaten Berau. Biduk-Biduk terkenal akan potensi wisata bahari nya. Karena memang letaknya yang berada di garis pesisir Pulau Kalimantan.
    Belakangan ini, potensi wisata tersebut mulai diangkat ke permukaan. Sebut saja Danau Labuan Cermin di desa Labuan Kelambu, Biduk-Biduk. Merupakan danau tersembunyi dibalik rimbun nya pepohonan dan batu cadas di sekitar desa Labuan Kelambu. Jaraknya hanya sekitar 15 menit dengan menggunakan kapal kayu dari dermaga Labuan Kelambu.

    Papan petunjuk Danau Labuan Cermin, Biduk-Biduk
    Danau memiliki air yang sangat jernih dan bersih. Bahkan uniknya, air di Danau Labuan Cermin memiliki dua rasa. Yakni asin dan tawar. Pada bagian bawah nya adalah air asin sedangkan bagian atas nya adalah air tawar. Unik nya lagi, dua jenis air ini tidak bercampur sama sekali. Hal ini terbentuk secara alami.

    Snorkeling di Danau Labuan Cermin

    Danau Labuan Cermin memiliki warna air danau yang hijau bening. Bahkan dari atas permukaan danau,  ikan dan dasar danau bisa terlihat dengan jelas. Apalagi ketika matahari bersinar dengan sangat cerah, sinar nya mampu menembus hingga dasar danau. Itulah kenapa warga sekitar menamakan danau ini dengan embel-embel cermin. 

    Warna air di Labuan Cermin yang biru agak kehijauan
    Di sekitar Labuan Kelambu ada sekelompok warga lokal yang secara swadaya mengelola objek wisata Danau Labuan Cermin. Salah satu nya adalah dengan menyediakan kapal kayu untuk mengantarkan wisatawan menuju lokasi danau. Untuk rombongan tarif kapal hanya dipatok Rp. 10.000 saja per orang. Namun jika sewa penuh , maka tarif sewa nya adalah sebesar Rp. 100.000 pp. Disini juga tersedia penyewaan alat snorkel dengan tarif Rp. 20.000 full set. Pengelola wisata Danau Labuan Cermin sangat antusias dalam menjaga kelestarian dan kebersihan danau. Hal itu dibuktikan dengan rutin nya mereka memungut seluruh sampah yang biasa nya ada di sekitar dermaga kayu di dalam area danau. Tak heran, Danau Labuan Cermin selalu terlihat bersih meski sering dikunjungi oleh banyaknya wisatawan domestik. 
    Menyusuri Danau Labuan Cermin dengan perahu kecil
    Biduk-Biduk tak hanya Danau Labuan Cermin saja, namun ada beberapa objek alam lain yang bisa digali. Diantaranya adalah Teluk Sulaiman. Merupakan teluk besar yang lanskap alam nya sangat indah. Hamparan air di teluk yang membentang luas dibentengi oleh jejeran pegunungan yang hijau.

    Lanskap Teluk Sulaiman mengingatkan saya pada trip ke Teluk Makbon di Papua Barat di tahun 2011 lalu. Sepintas agak mirip. Di sekitar dermaga terdapat garis pantai yang cukup cantik meski ukuran nya kecil. Di Teluk Sulaiman inilah terdapat banyak ikan laut yang banyak diburu para pemancing. Banyak warga lokal di Biduk-Biduk yang menjajal hobi memancing di sekitar teluk. Ada sebuah dermaga kayu berukuran cukup besar di sekitar teluk. Di ujung dermaga itu lah biasa nya banyak warga yang memancing ikan sambil menghabiskan waktu. Pemandangan teluk yang indah, terkadang mampu menghibur si pemancing meski kail belum membuahkan hasil. 
    Teluk Sulaiman di ujung Biduk-Biduk
    Di sisi lain, Biduk-Biduk juga mengoleksi garis pantai yang indah. Pantai Biduk-Biduk membentang panjang dengan pasir putih nya yang indah. Laut nya jernih dan biru. Namun sayang, potensi garis pantai ini tidak dikelola dengan baik seperti hal nya Danau Labuan Cermin. Keindahan pantai dibiarkan begitu saja, tanpa pengelolaan yang jelas.

    Pantai Biduk-Biduk yang bentangan nya sangat panjang
    Ada lagi objek wisata bahari andalan Biduk-Biduk, nama nya adalah Pulau Kaniungan Besar. Sebuah pulau di tengah lautan yang jarak nya sekitar 40 menit dari Teluk Sulaiman dengan menggunakan kapal sewaan. Tarif sewa kapal adalah sebesar Rp. 200.000 pp. Di Pulau Kaniungan Besar terdapat pantai yang pasir nya putih dan bersih. Air nya jernih dengan keberagaman terumbu karang yang masih alami. Tak ada penginapan di pulau ini, sehingga wisatawan biasanya tidak bermalam di pulau tersebut. Kapal sewaan banyak terdapat di sekitar Teluk Sulaiman. Bisa disewa kapan saja oleh wisatawan yang berkunjung ke Biduk-Biduk. 
    Dari sekian banyak potensi wisata bahari di Biduk-Biduk, menunjukan bahwa Kabupaten Berau tak hanya sekedar memiliki Kepulauan Derawan saja. Namun ada sisi lain yang menarik, salah satu nya adalah Biduk-Biduk ini.

    Bandara Kalimarau, Berau yang megah dan modern
    Untuk mencapai Biduk-Biduk, akses nya cukup mudah. Penerbangan Jakarta , Surabaya, dan Balikpapan ke Berau telah dilayani oleh beberapa maskapai nasional. Dari Berau, Anda cukup mencari angkutan berupa mobil Avanza di sekitar terminal lama Tanjung Redeb. Biasanya jadwal berangkat nya sekitar jam 9 hingga 11 pagi. Tarif sekali jalan adalah sebesar Rp. 100.000 dengan jarak tempuh sekitar 5-6 jam. Kondisi jalan cukup baik meski ada beberapa yang rusak. 

    Salah satu penginapan di Biduk-Biduk
    Di Biduk-Biduk, banyak terdapat penginapan yang tarif murah meriah. Mulai dari harga Rp. 80.000 hingga Rp. 250.000 per malam nya. Lokasi penginapan umum nya berlokasi di sekitar pantai. Di sekitar Danau Labuan Cermin, ada Homestay sekaligus rumah makan. Silakan hubungi Ibu Saudah 085246283562. Ikan kerapu bakar nya sangat enak.

    Ikan Kerapu Bakar buatan Ibu Saudah, Labuan Cermin.
    Di hari terakhir saya ditemain oleh Bahri, anak kecil asli Biduk-Biduk. Kami menjelajah Teluk Sulaiman bersama. Bahri ternyata punya impian menjadi seorang penyelam dan impian terdekat nya adalah berenang dengan ubur-ubur dan terumbu karang di sekitar Maratua dan Kakaban di Kep. Derawan. Bahri sudah berpengalaman snorkeling dan menyelam di lautan dengan kedalaman sedang di sekitar Biduk-Biduk.


    Bahri, the next diver from Biduk-Biduk.


    Selamat menjelajah..!

    Banjarmasin, 4 Juni 2013.

    Nasrudin Ansori

    Traveler, Travel Writer, Travel Organizer

    Twitter @TripKalimantan

    Sumber :  http://kalimantanku.blogspot.com/2013/06/danau-labuan-cermin-pesona-lain-berau.html