• Tugu Katulistiwa - Equator Line

    Tugu Katulistiwa Bontang - Tidak setiap saat anda dapat berada di titik nol derajat, tepat di Garis Katulistiwa - Garis Ekuator. Bisa saja anda hanya melewatinya dengan pesawat atau dengan kendaraan bermotor, tapi berdiri tepat di atasnya merupakan pengalaman khusus. Sempatkan mengunjungi Tugu Katulistiwa yang berada 25km dari Kota Bontang atau kurang lebih 30 menit perjalanan darat.

    Santan Ulu - Tugu EquatorMeski hanya sebuah garis imajiner, Garis Katulistiwa - garis 0 - nol derajat, merupakan garis yang penting. Garis ini memisahkan belahan Bumi utara (Northern Hemisphere) dengan belahan Bumi selatan (Southern Hemisphere). Tidak hanya Bumi, planet lain pun juga didefinisikan dengan cara yang sama.'


    Equator Line - Garis Katulistiwa ini hanya melintasi sedikit kontinen, dari sedikit kontinen tadi di Indonesia hanya di Pulau Batu dan Lingga di Sumatera, Pulau Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Halmahera dan Pulau Gebe di Papua. Dari sedikit pulau tadi, hanya beberapa yang menandai garis tersebut dengan sebuah landmark, Tugu Katulistiwa di Kecamatan Santan Ulu salah satunya. Tentunya sangat tidak berkesan bila berfoto di atas garis katulistiwa namun tidak ada landmark yang menandainya.

    Tugu Katulistiwa atau Tugu Equator ini berada di Km 25 Jalan Bontang - Samarinda. Anda yang menggunakan pesawat atau perjalanan darat dari Balikpapan atau Samarinda ke Bontang dan sebaliknya sebenarnya selalu melintasi Garis Katulistiwa. Anda mungkin merasa biasa saja, tidak ada rasa yang khusus.

    Bila anda dalam perjalanan darat dari Kota Bontang, jangan sampai melewatkan tempat ini. Waktu yang tepat berada di tugu ini adalah pagi hingga sore hari, sayang sekali malam hari tidak ada penerangan yang cukup di tempat ini. 15 menit waktu yang cukup untuk sekadar mengambil foto atau bersantai dan mengamati garis katulistiwa. Tanyakan pada sopir anda kemungkinan untuk singgah di tempat ini, terutama bila anda dalam rangka mengejar jadwal pesawat.

    Tugu ini dibangun atas Karya Bakti Latsitarda (Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara) tahun 1993, diresmikan oleh Panglima ABRI Jendral TNI Feisal Tanjung. Sesudahnya tempat ini kurang mendapat perhatian, baik masyarakat ataupun pemerintah. Hingga pada tahun 2010 tempat ini direnovasi oleh dengan pendanaan pihak swasta (PT Kaltim Methanol Industri).
    sumber : http://seputarbontang.blogspot.com/